Cek yang lain

Bukan Puisi


Terus menerus Menerangkan

Demi Allah
Matahari tidak terbit tidak terbenam
Tetapi engkau selalu tetap di dalam hatiku
Selalu tetap didalam fikiranku

Aku tidak duduk-duduk  berkumpul
Bersama teman-temanku

Tetapi Engkaulah obrolan diantara mereka
Aku tidak mengingatmu
Hanya dalam kesedihan
Atau dalam kesenangan
Tapi cintamu terselip dalam nafasku
Aku tidak ingin meminum air ketika dahaga
Tapi gambaran-Mu Aku memimpikan dalam gelas

Disetiap kesedihan, kesenangan
Di temukan dalam dirimu
Dan setiap peralihan, kegalauan dan kebingungan
Aku selalu mengenggam nama-Mu

Wahai kekasihku Sasaran satu-satunya bagi pecinta yan tulus
Adalah bertemu dengan kekasihnya
Engkau adalah kekasihku, Motivasiku, Harapanku
Lama aku merindu
Kapan akirnya aku bertemu dengan-Mu?
Aku tidak ingin kesenangan surge tapi hasratku
Hanya ingin bertemu dengan-Mu

Ular cintaTelah menyengat hatiku
Tidak ada dokter atau pemikat
Untuk menyembuhkanku
Kecuali kekasih yang mengisi hatiku
Ditangannya terletak kesembuhan
Dan Daya pemikatku.
Seseorang yang jatuh cinta
Rindu untuk bertemu dengan kekasihnya
Inilah pikiran satu-satunya yang memenuhi hatinya
Engkau adalah hasrat hatiku yang benar-benar sangat dalam
Mencintai-Mu adalah pemikiranku terdalam yang ada didalam hatiku

Kemanapun  aku sekejap memandang dunia sekitarku
Hari ini aku tidak melihat apa-apa selain diri-Mu
Dan besok aku tidak menyimpan apa-apa selain diri-Mu


Karya :   Restu Hidayat

0 komentar: